Bangkitkan Minat Diskusi, Mahasiswa IAIN gelar LDR membahas ISLAMIC BRANDING

Kegiatan diskusi merupakan bagian dari jati diri mahasiswa yang haus akan Ilmu pengetahuan dan pemahaman. Lingkar Diskusi Rutinan (LDR) adalah salah satu bentuk kesadaran mahasiswa khususnya mahasiswa IAIN Palangka Raya akan pentingnya diskusi. Dalam satu kesempatan, LDR menggelar diskusi yang membahas tentang Islamic Branding yang mana menjadi nara sumber adalah dosen IAIN Palangka Raya Jefry Tarantang. Diskusi dihadiri berbagai mahasiswa dari fakultas dan jurusan yang berbeda. Turut hadir pula ketua Senat Mahasiswa IAIN Palangka Raya dan ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya. Kamis,(23/01).

Deby Fizar, salah satu penggagas LDR menjelaskan bahwa tujuan diadakan diskusi ini ialah untuk menanamkan kebiasaan yang sejatinya adalah karakter mahasiswa. “Mahasiswa seharusnya haus akan forum-forum seperti ini, kita seharusnya tau bahwa ilmu pengetahuan dalam ruang-ruang kelas hanyalah formalitas dan tidak ada keseriusan dalam belajar jika hanya formalitas. Dalam LDR ini kita mau menunjukan bahwa inilah mahasiswa, inilah yang seharusnya menjadi identitas kita bahwa kita perlu memperluas wawasan dan kita perlu ruang lingkup yang bukan hanya sekedar dalam kelas sehingga ini akan menjadi jawaban bagi mahasiswa IAIN Palangka Raya, dan tentu diskusi-diskusi selanjutnya akan berbeda pembahasan dan narasumber” ungkap Deby di tempat.

Dody Faizal, Ketua Senat Mahasiswa IAIN Palangka Raya turut berhadir dalam diskusi ini menanggapi bahwa diskusi ini adalah salah satu terobosan selain menambah ilmu pengetahuan juga sebagai ajang silaturahmi mahasiswa. “saya pribadi senang dengan diskusi, karena dengan diskusi adalah salah satu cara menambah pengatahuan diluar membaca. Ditambah lagi disini dihadiri mahasiswa IAIN dengan latar belakang program studi yang berbeda tentu ini menjadi silaturahmi antar mahasiswa. Saya berharap selanjutnya diskusi ini lebih menarik dengan tema yang kritis dan diikuti oleh banyak mahasiswa IAIN yang memang senang berdiskusi untuk menambah wawasan”, uangkap Dody.

Diskusi menghasilkan tentang kesadaran problem pemahaman masyarakat baik tingkat dunia maupun Indonesia tentang Islamic Branding. Dimana pemahaman masyarakat hanya pada tingkat labeling suatu produk atau tokoh yang ternyata itu tidak semuanya berdampak langsung pada Islam. Ada saat dimana Islam digunakan sebagai sampul guna menarik minat konsumen Muslim. Ini menjadi tugas akademisi yaitu mahasiswa untuk menerangkan kembali pemahaman tentang Islamic Branding itu sendiri dimana Islamic Branding bisa dianggap adalah senjata abstrak dibalik suatu produk pada zaman modern yang mampu menjadi positif sekaligus negatif.

Balya Nasim, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berpendapat bahwa LDR sebagai satu langkah kecil untuk lompatan besar dikemudian hari agar kita lebih membumikan dan mengedepankan diskusi, selain itu berkaca pada iklim kampus yang semakin sepi akan diskusi diharapkan agar kegiatan ini terus berlangsung. “ tema yang diangkat menarik, terlebih ini tentu saja berkenaan langsung dengan ekonomi Islam sekarang dan itu penting bagi mahasiswa FEBI khususnya. Semoga kedepannya makin banyak mahasiswa yang terlibat dalam diskusi ini terutama para penggiat-penggiat lembaga kampus agar bisa ikut serta disini baik dari IAIN maupun dari kampus lain yang ada di sekitar Palangka Raya”, ungkap Balya pada Al-Mumtaz melalui chat.

Rep.MN

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *