Mahasiswa dihimbau Jangan Gondrong, Kampus Berdalih Kerapian?

Baru-baru ini dalam lingkungan Kampus IAIN Palangka Raya dikeluarkan sebuah himbauan agar para mahasiswa merapikan rambutnya alias tidak gondrong. Dalam surat Himbauan No. B-119/In.22?HM.01/01/2020 yang ditanda tangani oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama  Dr. Sadiani, M.H. Himbauan tersebut tidak ada kejelasannya, apakah kriteria gondrong itu seperti yang bagaimana. Penulis tidak  paham dengan himbauan jangan gondrong, apakah ini bentuk dari rahim diktator rektorat dan akan melahirkan diskriminasi bagi mahasiswa gondrong. Belum diketahui kejelasan tujuan himbauan ini dikeluarkan.

Pers Mahasiswa Al-Mumtaz menilai himbauan tersebut dinilai berdampak mengekang pada kebebasan Mahasiswa. Hal ini tentu dikhawatirkan akan memaksa dan persuasif. Apalagi jika memasuki tahap memaksa tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan mahasiswa dalam perkuliahan dan beresiko tidak diperbolehkannya mahasiswa mengikuti perkuliahan jika berambut gondrong. Sebenarnya jika kita melirik kepada beberapa keadaan kampus IAIN Palangka Raya, masih banyak yang harus dibenahi dari pada hanya sekedar mengurus Gondrongnya mahasiswa.

Aulia Fitri sebagai Wakil ketua Dema IAIN terpilih berpendapat bahwa himbauan ini tidak selalu buruk jika kita melihat dari berbagai sudut pandang, “himbauan soal jangan gondrong ini memang bagus dimana jika kita menyadari posisi kita sebagai warga kampus Islami oleh karena itu sudah sepatutnya kita mencerminkan nilai keislaman melalui kerapian penampilan kita, namun tidak menutup kemungkinan akan ketidak nyamanan teman-teman mahasiswa. Saya menyadari adanya bentuk kekecewaan terhadap himbauan ini tapi jika itu dalam kategori tidak berlebihan menurut saya pribadi itu tidak masalah. Toh juga untuk sekarang itu hanya bersifat himbauan”, ungkap Aulia kepada Pers Almumtaz.

Gondrong ataupun tidak kenyataannya tidak mempengaruhi nilai akademik, gondrong itu bukan menunjukan segan atau senioritas penulis menolak keras bahwa gondrong selalu dikaitkan dengan nilai negatif. Mahasiswa punya hak masing-masing, seperti hak personal dan kebebasan, mustahil kemerdekaan kami direbut dengan dalih rapi, lalu apa bedanya himbauan jangan gondrong dengan pembunuhan karakter mahasiswa, Selanjutnya apa? Periksa kuku? Patut ditunggu.

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *