SEMA-I angkat bicara mengenai GBHO dan Pemboikotan sekretariatnya

Senat Mahasiswa Institut adakan forum diskusi Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Palangka Raya untuk membahas mengenai GBHO Multi Tafsir di sekretariat PIK-R Barigas. Minggu,14/09.

KBM IAIN Palangka Raya


Forum tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, pengurus SEMA-I 2019 serta ketua ORMAWA masing-masing fakultas dan ketua UKK/UKM sekaligus klarifikasi dari Aliansi Mahasiswa terkait pemboikotan sekretariat SEMA-I pada Minggu yang lalu.

Bayu Prima.S.B.W

“Seperti pada tulisan saya di website DEMA Fakultas syariah yang telah lama diterbitkan. Pada intinya tulisan tersebut berisikan komentar saya mengenai kekosongan hukum dan ketidakpastian hukum dalam GBHO, Pointnya pada pasal 54 Ayat 1 dan 55 ayat E yang seharusnya ada penjelasan rinci dan tidak menghadirkan banyak perspektif” Tegas Bayu Prima. Terbitnya tulisan tersebut mendapat respon dari pihak terkait yang berjanji akan menghadirkan forum dalam waktu dekat guna membahas bersama-sama mengenai pasal yang ada di GBHO tersebut. Namun perwakilan Aliansi Mahasiswa (Bayu Prima) merasa belum ada pergerakan dari SEMA-I dan kemudian membuat surat mohon mengadakan Forum melalui DEMA-I, hasilnya belum terlihat.

Ketua SEMA-I,
“Sebenernya sudah lama saya menetapkan tanggal 6 September untuk mengadakan Forum,namun terkendala teman-teman pengurus SEMA-I yang masih KKN dan memiliki kesibukan sehingga baru hari ini dapat dilaksanakan. Mengenai GBHO Multi Tafsir, saya menyatakan bahwa ketentuan pasal 54 dan 55 yang tertulis di dalam GBHO diusung langsung oleh lembaga(kampus). Sehingga apabila ada perubahan maka harus melalui sidang SEMA-I dan persetujuan di forum.” Ucap Ilham Mu’amar selaku ketua SEMA-I.

WR bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

“Sebenarnya MoU dan GBHO jelas memiliki hirarki norma hukum yang berbeda, GBHO norma hukum yang tertinggi untuk organisasi mahasiswa dan MoU adalah bentuk kesepahaman antara suatu lembaga atau instansi pemerintah dengan kampus. Menanggapi hal demikian, dan menurut kesepakatan bersama bahwa atribut organisasi ektra yang memiliki MoU dengan kampus diperbolehkan menggunakan atributnya pada saat yang diperlukan. Dalam artian tidak di lingkungan kampus.” Ungkap Bapak Sadiani selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan Kerjasama

Musyawarah besar perlu mendapat perhatian serius dari Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Palangka Raya untuk menghindari adanya ketidak sepemahaman mengenai hukum yang tertulis dan atas kesepakatan bersama secara menyeluruh untuk mencapai kesejahteraan serta memaksimalkan fungsi pada GBHO itu sendiri.

Rep:Aw*AbRm

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *