PENTING! Ini materi untuk MABA di hari kedua PBAK 2019

Pembukaan materi hari kedua dimulai dari pukul 07.00-08.00 pagi, mengenai Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang sudah menjadi aplikasi wajib bagi perguruan tinggi saat ini. “Mengenai peralihan SIMAK  ke SIAKAD tentu bukan hal yang mudah bagi kami, karena itulah penting bagi mahasiswa baru ataupun lama agar mengikuti kegiatan sosialisasi perpindahan SIMAK ke SIAKAD nanti dan mengetahui bagaimana sistem kerjanya. Terlebih untuk pengisian KRS ataupun hal lain yang berhubungan dengan sistem perkuliahan melalui SIAKAD,” ucap H. Mukhlis Rohmadi, M.Pd. selaku pengurus UPT Pengembangan Bahasa IAIN Palangkaraya. Tujuan dari adanya SIAKAD ini untuk penataan data dalam mengelola akademik serta mempercepat dan mempermudah menyampaikan informasi kepada masyarakat kampus.

Materi yang kedua pada pukul 08.20-09.30 WIB disampaikan oleh Cecep Zakarias El Bilad, S.Ip, M.Ud. Perihal stabilitas ibadah dan keunggulan Ma’had al-Jamiah (pesantren kampus), yaitu sebagai wadah pembinaan mahasiswa baru dalam pengembangan karakter, keagamaan dan bahasa, serta menanamkan pelestarian tradisi spritualitas keagamaan yang merupakan tujuan utama dari pembinaan mahasantri ke dalam rangka pelaksanaan misi dan visi Ma’had Al-jami’ah IAIN Palangkaraya. Dilanjutkan oleh Nur Fuadi Rahman, M.Pd. yang menyampaikan mengenai program kegiatan dari Ma’had Al-jami’ah IAIN Palangka Raya. Mencakup kebutuhan mahasiswa sebagai mahasantri seperti kebahasaan, dianjurkan berbahasa inggris dan berbahasa arab sehari-harinya di lingkungan asrama, lalu sholat berjamaah, bimbingan membaca Al-qur’an serta menghapalnya, mempelajari fiqih nisa dan tentunya masih banyak lagi. “Kemampuan seseorang dalam menghapal al-Qur’an tergantung dirinya masing-masing. Pendaftaran Ma’had Al-Jamiah diperpanjang hingga 07 Agustus,” ucap Nur Fuadi Rahman, M.Pd. selaku pemateri mengenai ma’had Al-jami’ah IAIN Palangkaraya.

Materi selanjutnya mengenai kode etik mahasiswa yang disampaikan oleh Said Malik selaku ketua Dema Institut. Penting mengetahui kode etik mahasiswa, terutama untuk mahasiwa baru. Kode etik mahasiswa IAIN Palangkaraya tentunya bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan dan suasana kampus yang kondusif  dan juga  usaha untuk pembinaan mahasiswa dalam berprilaku serta bersikap dan berpakaian sesuai kode etik yang telah ditetapkan melalui keputusan Rektor IAIN Palangkaraya.

Terakhir, materi tentang moderasi beragama. Moderasi beragama adalah jalan tengah (moderat), paham yang mengambil jalan tengah. Tidak ekstrim kiri, tidak ekstrim kanan. Sedangkan moderasi beragama terfokus pada moderasi Islam.“Saya ingin menekankan kepada semua mahasiswa agar jangan sampai membawa pengaruh radikalisme,” ujar Dr. H. Sadiani selaku Wakil Rektor III IAIN Palangka Raya.

(Rp: Mirna & Murdia)

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *