Revolusi Indutri 4.0 dan Karakter Bangsa, Menjadi Sorotan PBAK 2019 IAIN Palangka Raya

Sumber foto: Mumtaz news

Rep: AbdRm & TJen

PERSMA Al-Mumtaz IAIN Palangka Raya – Rangkaian kegiatan pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiwaan (PBAK) kali ini lebih banyak memfokuskan pada informasi seputar internal kampus, penting untuk seluruh mahasiswa baru mengikuti PBAK, karena nantinya seluruh peserta akan diperkenalkan dengan berbagai aspek yang perlu diketahui oleh mahasiswa IAIN Palangka Raya. Sabtu, (3/8)

Berdasarakan data yang diperoleh Reporter Persama Al-Mumtaz, peserta yang akan mengikuti PBAK yaitu sekitar berjumlah 1300 peserta. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 5-8 Agustus 2019, yang bertempat di Aula Utama IAIN Palangka Raya.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan, merupakan kegiatan tahunan yang tidak mungkin terlewatkan oleh setiap perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Tema PBAK 2019 IAIN Palangka Raya, mengangkat tentang; Peran Mahasiswa Muslim Dalam Kontestasi Peradaban Industri Yang Mengedapankan Karakter Bangsa . Menurut keterangan dari Debi Fizar selaku ketua panitia PBAK 2019, tema ini diangkat berdasarkan dua isu yaitu isu internasional Revolusi Industri 4.0 dan isu nasional yaitu Karakter Bangsa yang belakangan ini mulai memudar. Sejalan  dengan kegiatan PBAK mahasiswa baru diharapkan bisa menyambut Revolusi Industri 4.0, dengan tetap berpegang teguh pada karakter bangsa yang baik.

“Jika dari logo PBAK ini, itu memiliki makna yaitu pada huruf A itu 4 dan huruf K itu seperti gir (gear) itu lambang industri sebenarnya 4.0 dan di bagian atasnya itu ada orang utan sebagai salah satu satwa yang dilindungi karena terancam kepunahanya. Jadi antara kemajuan zaman moderenitas yang tidak meninggalkan lokalnya” ujar Debi Fizar.

Luapan peserta yang mencapai 1300 peserta ini turut menyita perhatian panitia dan mengingat kapasitas Aula Utama yang terbatas kemudian panitia menyediakan tenda di samping bagian sebelah kiri yang dilengkapi dengan televisi yang menampilkan aktivitas di dalam Aula dengan tujuan tidak mengurangi konsentrasi peserta yang berada diluar Aula Utama.

Panitia menyiapkan sekitar 40 orang Bina Damping guna mendampingi peserta selama PBAK berlangsung, dan masing Bindam memegang sekitar 50-60 peserta yang terbagi menjadi 2 kelompok. Sehubungan dengan tema PBAK pada tahun ini nama kelompok diberikan nama-nama negara, dengan demikian peserta dapat mengenal lebih luas tentang nama-nama Negara yang dekat dengan isu-isu internasional.

“Harapan PBAK tahun ini berjalan dengan lancar dengan aman, dengan tertib. Dan  saya berharap dan tahun kedepanya PBAK mendapat dukungan dari semua civitas akademika semua yang ada di kampus, jujur untuk tahun ini kami sangat kesulitan dalam peminjaman fakultas, peminjaman fasiltas fakultas, Aula fakultas, sound, dan televisi. Jadi kedepanya kami berharap adanya kemudahan dan dukungan  terkait dengan hal itu, karena pada dasarnya PBAK ini ialah dari, untuk dan oleh IAIN juga” Imbuhnya.

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *