Media sosial sebagai tangan Tuhan.

Oleh Abdulrahman

Sumber foto: jurnal apps.co.id

Media sosial merupakan kata yang sudah sering di dengar bahkan hingga sekarang telah menjadi suatu kebutuhan.Di jaman kekinian atau jaman now tidak bisa lepas dari yang dinamakan media sosial, jika saja jauh dari media social, serasa ada yang hilang dari hidup ini. Media sosial atau disebut juga dunia maya adalah mesin pelipat jarak, karena membuat yang jauh menjadi terasa dekat dan yang dekat terasa nyata adanya.

Media sosial jika kita ibarat akan seperti mulut manusia yang jika digunakan untuk berkata baik. Maka akan menimbulkan rasa positif pula seperti  termotivasi, terinspirasi, sehingga memunculkan energi positif yang menyebabkan orang lain tertular untuk baik dan lebih baik. Dan sebaliknya jika media sosial digunakan untuk berkata yang kurang baik seperti menebar kata-kata benci, kebohongan, adu domba dan segala hal yang merusak hubungan social secara kehiduapan nyata, ini merupakan kesalahan. Yang seharusnya tidak dilontarkan sebagai manusia yang berprikemanusiaan.

Alangkah baiknya jika media sosial digunakan untuk membagi hal-hal yang positif seperti dakwah islam, informasi yang bermamfaat untuk kehidupan sehari-hari, tips-tips kesehatan, informasi bantuan social, ajakan positif (kajian islam),dan sebagainya yang membantu kita kearah lebih baik dalam hidup ini, karena manusia baik itu laki-laki ataupun perempuan memiliki hak untuk terus belajar mengenai apa saja dalam kehidupan ini.

Sungguh tidak pantaslah jika media social digunakan untuk ajang pamer amal kebaikan sebagai usaha mencari citra kesalehan di mata teman, tetangga, dan lingkungan masyarakat. Jadi secara tidak langsung kita mengerjakan ibadah yang seharusnya untuk Allah subahanahuwata’ala, malah dimaksudkan untuk mencari kepopuleran dan kebanggaan diri, yang menyebakan kita lalai akan niat sedari awal hingga akhir mengerjakan ibadah tersebut.  

Jika dikhususkan lagi media sosial yang lebih positif, diibaratakan tangan tuhan yang setiap saat memberi kebaikan kepada siapapun. Dengan demikian media social bisa mejadi wasilah untuk menyampaikan informasi – informasi dari Allah subahanahuwata’ala yang dituliskan dalam kitab-NYA, baik itu berupa kata-kata, gambar, audio, video, dan sebagainya.

Media sosial merupakan kata yang sudah sering di dengar bahkan hingga sekarang telah menjadi suatu kebutuhan.Di jaman kekinian atau jaman now tidak bisa lepas dari yang dinamakan media sosial, jika saja jauh dari media sosial, serasa ada yang hilang dari hidup ini. Media sosial atau disebut juga dunia maya adalah mesin pelipat jarak, karena membuat yang jauh menjadi terasa dekat dan yang dekat terasa nyata adanya.

Media sosial jika kita ibarat akan seperti mulut manusia yang jika digunakan untuk berkata baik. Maka akan menimbulkan rasa positif pula seperti  termotivasi, terinspirasi, sehingga memunculkan energi positif yang menyebabkan orang lain tertular untuk baik dan lebih baik. Dan sebaliknya jika media sosial digunakan untuk berkata yang kurang baik seperti menebar kata-kata benci, kebohongan, adu domba dan segala hal yang merusak hubungan social secara kehiduapan nyata, ini merupakan kesalahan. Yang seharusnya tidak dilontarkan sebagai manusia yang berprikemanusiaan.

Alangkah baiknya jika media sosial digunakan untuk membagi hal-hal yang positif seperti dakwah islam, informasi yang bermamfaat untuk kehidupan sehari-hari, tips-tips kesehatan, informasi bantuan social, ajakan positif (kajian islam),dan sebagainya yang membantu kita kearah lebih baik dalam hidup ini, karena manusia baik itu laki-laki ataupun perempuan memiliki hak untuk terus belajar mengenai apa saja dalam kehidupan ini.

Sungguh tidak pantaslah jika media social digunakan untuk ajang pamer amal kebaikan sebagai usaha mencari citra kesalehan di mata teman, tetangga, dan lingkungan masyarakat. Jadi secara tidak langsung kita mengerjakan ibadah yang seharusnya untuk Allah subahanahuwata’ala, malah dimaksudkan untuk mencari kepopuleran dan kebanggaan diri, yang menyebakan kita lalai akan niat sedari awal hingga akhir mengerjakan ibadah tersebut.  

Jika dikhususkan lagi media sosial yang lebih positif, diibaratakan tangan tuhan yang setiap saat memberi kebaikan kepada siapapun. Dengan demikian media sosial bisa mejadi wasilah untuk menyampaikan informasi – informasi dari Allah subahanahuwata’ala yang dituliskan dalam kitab-NYA, baik itu berupa kata-kata, gambar, audio, video, dan sebagainya.

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *