Alasan Organisasi Ekstra Ditolak Kampus

Al-mumtaz, Palangka Raya– Organisasi ekstra kampus adalah organisasi yang berada diluar birokrasi kampus. Organisasi ini biasanya berperan sebagai organisasi kader sedangkan wilayah geraknya cendrung menasional. Hal ini tentu berbeda dengan organisasi intra kampus yang dibatasi oleh kampus yang menjadi tempatnya berada. Organisasi ekstra kampus memiliki banyak sekali kelebihan dibanding organisasi intra kampus. Diantara sekian banyak yang menjadi kelebihanya, salah satunya adalah kekuatan jaringannya. Wilayah cakupannya yang luas (nasional), membuat organisasi mahasiswa ekstra kampus memliki ruang yang luas pula untuk mengepakkan sayapnya dan bergerak sesuai dengan misi yang mereka impikan.

IAIN Palangka Raya merupakan salah satu Instansi Perguruan tinggi yang mempersilahkan organisasi ekstra Kampus untuk beraktivitas di luar kampus, berbeda dengan Perguruan tinggi lainnya yang membolehkan organisasi ekstra kampus beraktvitas didalam kampus. Tentu saja timbul pertanyaan dari kalangan Mahasiswa IAIN Palangka Raya yang merupakan Mahasiswa Aktivis, apakah organisasi ekstra dilarang beraktifitas di kampus? Mengapa? Bukankah Jika Organisasi Ekstra Beraktifitas di dalam kampus maka akan meningkatkan kreatifitas dan karya-karya mahasiswa yang akan mengangkat nama baik kampus?

Harles Anwar selaku wakil rector 3 bidang kemahasiswaann menjelaskan bahwa, Peraturan mengenai Aktivitas organisasi Ekstra sudah diatur oleh keputusan rektor yang mana hanya mengesahkan organisasi intra kampus (ukm/ukkm) untuk di perbolehkan beraktifitas didalam kampus. “Kami hanya menyetujui Organisasi intra untuk beraktifitas didalam lingkungan kampus, yaitu ukk/ukkm yang memang sesuai dengan Surat keputusan dari ukk/ukkm tersebut dan juga yang dari pihak kampus sudah memberikan dana operasional demi menunjang kegiatan dari ukk/ukkm tersebut. Mengenai organisasi ektra kampus sesuai dengan Namanya ektra kampus, alangkah baiknya beraktifitas di luar kampus dalam artian bukan tanggung jawab kampus karena kampus hanya akan bertanggung jawab kepada ukk/ukkm yang memang sudah di sah kan oleh rektor sebagai bagian dari kampus.”

Peran organisasi dalam mengembangkan pribadi Mahasiswa sangat besar, banyak mahasiswa yang pada awalnya kurang dalam kepedulian sosial dan nasionalisme terhadap bangsa dan tanah air, dalam organisasi  ekstra diasahkan kembali

Rasa nasionalisme dan sosial yang tinggi inilah yang biasanya dimililiki oleh sebagian besar kader organisasi ekstra kampus. Pasalnya, di organisasi inilah sebenarnya kebanggaan, kecintaan, dan rasa memiliki di tumbuhkan lewat kajian-kajian sederhana tentang ke-indonesiaan. Dari diskusi sederhana itulah semua wawasan tentang keindonesiaan didoktrinkan hingga kader-kadernya mampu benar-benar menjiwai rasa nasionalime mereka. Hal ini sebenarnya mampu mengisi kekurangan yang dimiliki oleh kampus, yaitu kurangnya pendidikan tentang keindonesiaan. Oleh karena itulah sebenarnya, organisasi ekstra kampus ini sangatlah dibutuhkan oleh seorang mahasiswa untuk melengkapi ilmu yang mereka pelajari di kampus.

Rep : mon

mungkin yang anda cari

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *